Afternoon Tea: ketika JEUNE dkk bertamu ke Rumah Buku.

Hari itu jam 8 pagi saya berangkat ke ruku, dan disambut dengan hangat oleh masmus (penghuni ruku). pagi itu adalah pagi dimana saya harus mewakili JEUNE untuk melaksanakan Release Party-nya yang kedua setelah di aksara april yang lalu. setelah bertemu dengan masmus, saya bertatap muka dengan orang sound yang menatap saya dengan kesan “rada asem”. mungkin karena dia habis begadang dari prom SMU 8 malam sebelumnya.

Pagi ini merupakan pagi yang indah. indah karena matahari bersinar penuh percaya diri bahwa dia tidak akan ditutupi oleh awan mendung sediktipun. dan saya pun percaya bahwa dia akan terus bersinar seperti itu sepanjang hari. mungkin ini berkat doa dari rekan-rekan kerja saya yang ingin acara hari itu tidak
diganggu oleh hujan. yah, mengingat malam sebelumnya ketika technical meeting merupakan malam yang sangat dingin, dan teman baru saya yang dipanggil Messi sempat mengatakan bahwa malam itu suhu menunjukkan angka
17 derajat celcius, mungkin saja esok hari hujan.

Bayu datang bagai angin segar sesuai namanya. saya berpikir bahwa tumben anak ini tidak penuh wacana seperti biasanya. mungkin karena dia datang terlalu pagi dan tidak sempat berpikir apapun yang tergolong hal berat. yah, bayu memang terasa seperti angin yang berhembus untuk membantu saya di pagi itu. hal itu terbukti dengan berkurangnya rasa khawatir saya tentang persiapan checksound dan mengatur layout tempat.

Dijadwalkan bahwa seharusnya checksound dimulai pukul 9 pagi. namun sepertinya hal ini memang berjalan seperti yang diperkirakan sebelumnya, yaitu ngaret. Tika yang seharusnya berada di urutan pertama pada jadwal checksound, belum datang sampai jam 10 dan akhirnya digantikan oleh band yang pertama kali datang, yaitu Sindentosca. jalu mengatakan bahwa hari itu sang pemain accordeon harus menghadiri undangan perkawinan, sehingga mereka memang harus checksound secepatnya. kemudian dilanjutkan dengan checksound Tigapagi, C’Cord, dan terakhir oleh Tika. sangat menyenangkan bagi saya untuk menyaksikan mereka memainkan musik di pagi hari di tengah-tengah hijaunya halaman belakang ruku, ditemani oleh Willy dan Donikabo serta tim-nya yang sedang memasang karyanya di sekitar areal ini. menjelang siang, Manequin Plastic memasang karyanya yang berbentuk binatang dari barang-barang bekas, display karya evan dan tina ini selalu memanjakan mata saya.

Saya menyalahkan kemacetan luar biasa yang terjadi hari itu, sehingga banyak sekali keterlambatan dan memaksa acara untuk mundur sampai jam 3 sore. namun sepertinya semua orang terhibur saat menunggu oleh senyuman matahari yang kadang mengintip dari balik lebatnya dedaunan di sekitar bangunan jl. Hegarmanah no. 52 ini. seandainya anda melihat orang yang tidak tersenyum terhibur, bisa dipastikan bahwa dia sedang repot dengan urusannya sendiri untuk membantu acara ini. misalnya personel Resident DJ of Ka’bah yang terus-terusan mengisi CD kosongnya yang tampak tetap kosong saat dimainkan di CDJ, Atau Mischamoo yang tampak kesal telah terjebak kemacetan bandung utara (dia sangat baik telah mencarikan kabel RCA untuk CDJ, kalo gak ada Icha, CDJ gak bakal jalan!).

Amanda Mita mengumumkan mulainya acara. disusul Mischamoo memainkan musik untuk mengiringi fashion show sesi ke satu. setelah itu C’Cord memainkan musik di panggung, perhatian saya sempat tertarik dengan contra-bass (mungkin itu namanya) nya yang tampak berumur. Berikutnya Tigapagi. ya, saya merasa musik mereka cocok untuk didengarkan di sore hari. kemudian saya tahu bahwa salah satu personelnya kehilangan Zippo kesayangannya. terkutuk orang yang mencurinya!

Pada fashion show yang kedua kalinya, saya merasa aneh, karena para model malah menghadap ke arah panggung dan membelakangi penonton. fashion show terasa singkat saja. fashion show ini berjalan dalam beberapa sesi. selain diramaikan oleh produk sponsor, Dila Ayu, Fragrance, dan Illustre juga memasang karya mereka pada tubuh2 model asal Tarbak. mereka diiringi juga oleh Marin (Poptastic), dan Akbar (A stone A).

Ketika semakin sore, The tree and The Wild akhirnya main. saya memang telah menunggu-nunggu untuk melihat penampilan live mereka, dan hasilnya, gila! sound yang bersih, vokal bak John Mayer, lead gitar oke.. dan itu semua tanpa checksound di pagi harinya! merinding..

Break magrib ditutup dengan penampilan dari Resident Dj of Ka’bah yang saya percaya bahwa saat itu juga mereka belum melaksanakan sholat magrib. saya rasa penampilan mereka disana tidak perlu diceritakan lagi. lihat aja fotonya, terus tambahin parang di tangan kiri salah satu personel. mewakili si bos, saya mengucapkan terima kasih atas kado yang diserahkan di atas panggung dari mereka!

Selanjutnya adalah Sindentosca. kali ini mereka bermain akustik, dan sepertinya penampilan akustik sangat cocok untuk mereka.

Terakhir Tika, favorit saya adalah ketika dia menyanyikan lagi “genjer-genjer”, dan lagu terakhir yang bunyinya “mayday.. mayday”. lalu acara habis. fiuhhh… saya tidak bisa menikmati hari itu seluruhnya…

apanya yang Lazy Sunday Afternoon? hhhhh…

ps: terimakasih untuk semua orang yang membantu! dan terimakasih udah dateng ke ruku! enak kan di ruku?
karena banyak foto yang sudah pernah di uplod thepopism, saya hanya sanggup memilih segini nih..

Iklan

14 thoughts on “Afternoon Tea: ketika JEUNE dkk bertamu ke Rumah Buku.

  1. hahaha! gila ginian difoto! itu body lotionnya si dani! ahahaha!eji! makasih banget atas semuanya! maaf kalau resident DJ of ka’bah jadi berubah jadwalnya. ampun gw minta maaf! tapi thanks banget ji, lo udah memberikan kesempatan buat militan FPI untuk party bareng! ahahaha!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s