Gelar dulu? atau Kerja dulu?

Pertanyaan yang dilempar oleh iklan A mild ini sekejap saja langsung menyinggung alam bawah sadar saya. hal itu terbukti ketika suatu malam saya bermimpi dalam tidur, dan disana saya sedang berdiskusi panjang lebar dengan seorang teman terhormat yang bernama Budi Warsito.

dalam mimpi itu saya bertanya banyak hal. banyak sekali sehingga saya tidak bisa mengingatnya satu persatu. saya bertanya dengan keseriusan yang berlebih. kami berbincang di teras belakang Rumah Buku yang juga merupakan tempat bekerja mas Budi. saya menanyakan kepadanya, bagaimana dia bisa mengambil keputusan untuk tidak meneruskan kuliah, dan malah melanjutkan pekerjaannya. perbincangan kami tidak keluar jalur dan hanya berputar di sekitar situ saja.

mimpi saya itu terputus oleh adzan dzuhur pukul 12 siang. saya terbangun dari tidur panjang, dan merasa sangat lelah. “adduhhhhh….”, begitulah kata yang keluar dari mulut saya sembari membuka mata lebih lebar. saya merasa tidak mendapatkan jawaban apa-apa dari mimpi tersebut.

jadi? mana yang harusnya lebih di dahulukan? Gelar, atau Kerja?

tema dari mimpi itu kemudian terus berkumandang dalam benak saya. sebelah hati saya mengatakan untuk berhenti bekerja, dan serius dalam skripsi. namun sebelah yang lain merasa sangat khawatir untuk meninggalkan pekerjaannya.

seorang teman pernah berkata soal “keluar dari zona aman”. lalu, mana yang aman?

ps: dalam mimpi itu, mas Budi mengenakan kaos putih oblong. sedangkan dalam kenyataannya, beliau berkata tidak memiliki kaos putih oblong. jadi, mungkin dalam mimpi itu sebaiknya saya membicarakan masalah mengapa beliau tidak memiliki kaos putih oblong dibandingkan masalah Gelar atau Kerja!

Iklan

22 thoughts on “Gelar dulu? atau Kerja dulu?

  1. gw bilang sih kerja dulu, ji..gelar itu sebuah pengakuan. dan kerja adalah sebuah pengalaman. jadi mending pengalaman dulu aja dibanyakin, entar lama-lama juga pengakuan itu datang sendiri *anjrit, serius gini gw..hahah

  2. saran mu tidak menenangkan, Dimas! mengingat yang berbicara adalah seorang yang sudah mendapat gelar S.Sos, telah lama bekerja, seorang penganut indie tulen, dan berhasil meraih mimpi untuk terlibat dalam bisnis radio! hebat sekali dirimu! saya juga pengagum anda!ps: pasti kamu termasuk orang yang memiliki kaos putih oblong kan?

  3. betul sekali saudara oki!tinggal skripsi ini kan!? huhuhuhu… sayang nya gwe merasa gak bisa serius skripsi kalo terus2an kerja…lo juga hebat karena bisa terus menangani kerjaan tanpa mengganggu skripsi.. salut!

  4. saya milih kerja dulu, itu dimulai sejak tahun ketiga kuliah. da pengen aja sih melebarkan sayap (emang burung?). keterusan deh sampe sekarang, tahun ke-enam belum lulu2. hiks. yukkk berjuang lulus!! hihihihi. bebas sih milih apa aja, asal siap dengan segala konsekuensinya..

  5. mengutip saran yang sering lo kasih ke gw:”ikuti apa yang bisa nikin lo tenang, ji..”khahahahahakalo gw si, gw memprioritaskan sesuatu menurut kata hati dan kesukaan gw..ditambah sedikit tergoda melakukan hal-hal baruuu 😀

  6. ahahahaha.. sepertinya gwe harus berenti ngasih saran ke orang lain deh.. karena akan seperti main tenis kalo saran itu dikembalikan ke gwe lagi kayak gini!nah, kata hati dan kesukaan lo itu pasti bukan skripsi, kan!?

  7. ya ya. menomorduakan kepentingan hati orang tua. ini hal yang sangat egois ya! padahal orang tua kita jarang menomorduakan kita. egois, kecuali kalo emang kita bener2 kepepet dan harus bekerja untuk hidup.mudah2an diantara kita gak ada yang sampe kepepet urusan perekonomian. karena jika sampai kepepet, itu akan beda topik lagi!

  8. sebenerya ini lebih kepada siapa yang egois? egois memang tapi balik lagi ini adalah pilihan dan semua resiko sudah pasti diri kita sendiri yang nangung, for notes: beberapa motivasi kebanyakan dari beberapa teman yag kebetula senasib, karena satu hal, pendidkan formal sudah tidak dianggap bisa memberikan sebagaimana mestinya. daripada stuck menjadi bagian dari orang2 yang berbondong-bondong mrncari ipk 3 koma dengan cara apapun yaaa mending keluar dr lingkaran itu dan mencari yang benar menurut versi kita….:D

  9. setuju, Ratna! gwe gak mau jadi orang-orang yang belajar hanya untuk mendapat nilai dan ipk bagus.. gwe berprinsip bahwa belajar itu adalah untuk pemenuhan batin yang selalu ingin tahu, dan ingin bisa. bukan demi nilai dalam perkuliahan. dan kayaknya gwe juga sedang ngelakuin apa yang lo lakuin itu.. mencari yang benar menurut versi kita.ps: ratna gak ngerasa gwe ngatain lo egois kan? karena memang nggak. fyi, gwe adalah orang yang egois, dan bangga dengan keegoisan itu. boleh tanya seorang teman kalau mau : ]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s