Adakah Cerita Bagus Tanpa Unsur “Antagonis”?

seorang teman menceritakan kebenciannya pada seorang tokoh cerita yang menurutnya sangat jahat. kebenciannya cukup tergambarkan dengan jelas, seakan ia tidak menginginkan tokoh tersebut berbuat sedemikian rupa sehingga merugikan tokoh-tokoh lain yang berperan sebagai jagoan di dalam cerita itu. cerita itu adalah cerita perwayangan, yang mungkin bisa anda bayangkan apa-apa saja yang bisa disebut sebagai perbuatan jahat dalam setting kerajaan-kerajaan jaman dahulu.
teman saya bercerita dengan berapi-api, dan saya berpikir. banyak orang yang memiliki kebencian terhadap satu peran tertentu yang biasa disebut sebagai penjahat. saya pun pernah seperti itu, maksud saya, siapa yang tidak pernah “geregetan” dengan kelakuan malfoy dan snape pada si kecil harry dalam fase-fase awal perkenalan mereka? saya rasa, siapapun yang membacanya akan memiliki sensasi yang–setidaknya–sama. tokoh-tokoh yang demikian itu seringkali berperan dalam menimbulkan perasaan-perasaan negatif yang tidak menyenangkan, walaupun (terkadang) sebenarnya perasaan itu lah yang membuat sebuah cerita jadi menyenangkan.
apakah tokoh/peran demikian berfungsi menjadi sebuah katarsis bagi pembaca nya? saya tidak tahu. dapatkah sebuah cerita itu hanya terdiri dari orang-orang yang baik saja? baiklah, begini, cerita ini saya beri nama “3 sahabat”:
pada suatu saat di kerajaan Majapahit, ada tiga orang sahabat yang sedang tidak melakukan apa-apa. mereka bernama thomas, jason, dan dimitri. tiba-tiba dimitri melihat jason terbunuh! dan melihat sebilah pedang berlumur darah yang dipegang oleh thomas.
dimitri   : “kamu telah membunuh jason!”
thomas : “aduh, saya tidak sengaja” sambil bengong dan kebingungan.
dimitri   : “kamu harus dihukum!”
thomas : “maaf, saya tidak sengaja. tapi saya akan terima hukuman apapun atas pembunuhan yang saya lakukan ini”
dimitri   : “baiklah, hukuman untuk pembunuh adalah mati! kalau begitu, katakan alasan mu membunuh jason, agar saya bisa mengatakannya pada keluarga almarhum”
thomas : “sudah saya bilang saya tidak sengaja, tiba-tiba saja dia terbunuh. sekarang silahkan menghukum mati saya, itulah hukum yang berlaku”
dimitri   : “baiklah kalau begitu, bersiaplah!”
thomas menutup mata nya.
dimitri   : “tidak jadi! saya tidak tega!”
thomas : “kenapa?”
dimitri   : “kamu memiliki anak yang lebih banyak dan keluarga yang lebih miskin dari jason! kalau kamu mati, bagaimana mereka hidup? sedangkan keluarga jason adalah keluarga yang kaya raya dan tidak memiliki anak. saya tidak jadi menghukum kamu!”
thomas : “baiklah kalau begitu, tapi bagaimana dengan jason yang telah kehilangan nyawanya?”
hantu jason muncul.
jason    : “tidak apa-apa, saya ikhlas untuk mati, karena itu sudah takdir saya. keluarga saya tidak akan kerepotan kalau saya mati. jadi, tenanglah kamu thomas.”
thomas : “tentu saya tenang, saya tidak bersalah.”
jason    : “betul juga”
dimitri   : “kalau begitu mari kita pulang.”
thomas : “baiklah”
TAMAT
ketiga tokoh disana adalah orang baik, ketiga nya tokoh protagonis dalam kebanyakan cerita. semuanya orang yang tidak dapat dibenci karena kejahatannya. ketiga tokoh tersebut saling ikhlas menerima apapun yang terjadi, tidak ada konflik, dan tidak ada pihak yang dirugikan. karena demikian, cerita itu tidak menarik dan menjadi tidak ada bagus-bagus nya. lantas, apa ada cerita yang bagus tanpa adanya peran antagonis? lucu untuk mengetahui bahwa kita selalu membutuhkan suatu peran untuk dibenci/dilawan dalam sebuah cerita.
ps: antagonis disini maksudnya adalah peran jahat, bukan lawan dari tokoh utama (protagonis) seperti dalam pengertian sebenarnya.
Iklan

3 thoughts on “Adakah Cerita Bagus Tanpa Unsur “Antagonis”?

  1. sebelum dimitri dan thomas pulang..banyak warga yang menjadi saksi, dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak yang berwajib.lalu datanglah polisi berbaju hitam..memriksa TKP, dan menyuruh warga yang menonton pulang ke rumah masing-masing. setelah itu membawa keduanya ke kantor polisi, setelah menginterogasi dimitri dan thomas, polisi berbaju hitam itu memperkenalkan diri..namaku “aziss..aziss antagonis..”belum sempet, dimitri dan thomas berbicara..si polisi mulai curhat..”mau ngga jadi temen saya..saya ngga pernah punya temen..setidaknya teman untk menjelaskan kenapa seragam polisi saya berwarna hitam, padahal polisi yang lain tidak..”akhirnya mereka bertiga dan hantu jason curhat semalaman sampe pagi di kantor polisi..dan akhirnya para tokoh protagonis dan si antagonis berteman, dan mereka hidup bahagia selamanya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s