Penikmat vs Pelaku Musik

saya kurang yakin menyebut dua kubu tersebut dengan benar, tetapi perseteruan keduanya akibat kemajuan teknologi yang bermuara kepada industri musik ini selalu menarik saya untuk menyebut mereka seperti itu. dua kubu yang seharusnya saling mendukung satu sama lain terjebak dalam satu kondisi yang aneh.

permasalahan industri musik ini memang merupakan suatu hal yang sudah sangat umum. yang janggal untuk saya adalah, kenapa hal yang umum seperti ini juga belum mendapat pemecahan masalah yang benar? setidaknya untuk mengurangi dampak negatif bagi pelaku musik, dan mental penikmat. atau apakah sebenarnya dengan semua orang berpindah ke jalur newskool ini sudah merupakan solusi?

anyway, saya hanya kembali tersentil perihal ini karena perdebatan singkat dalam kolom komentar suatu blog yang memposting bootleg fatboy slim untuk di download. berikut percakapannya:

—————————————————————————————————————————————-

population_control said…
damnit this is too intriguing to not grab
strunkdts said…
For the major labels, it’s over. It’s fucking over. You’re going to burn to the fucking ground, and we’re all going to dance around the fire.BUT 99% of this music u post is INDIE!!!!!!!!!!! and like it or not, and whatever argument you and others have, you are destroying small labels and ruining young artists. As an artist myself it hurts to work 2 jobs and use every bit of spare time to arite and perform then release something and bang…nothing cos all the kids just download these days..no one buys. Why would you, once its on ur laptop and theres another couple of terrabyte to listen to.!?
AAAAARRRGGHHH!!!!!
I didnt do music for the money but i believe i shoulfd be rewarded for my artistis merits and allowed to use that reward to create more and bigger better productions without having to kill myself at work 60hours a week!

Just saying.

A said…
fatboy slim sold out a long long time ago. shut your rave hole..
rokitfive said…
embrace the industry for what it is. you’re not going to change things with posts like this. if your music is dope, people will come see your shows. artists have never made much money on album sales anyway. if you’re confident in your music you should want more people to hear it and be exposed to it, whatever the cost. if thousands of people hear your album for free (and love it), you’ll have tons of people coming to your shows and you’ll start garnering more and more attention for yourself. talent always prevails.Just saying.

blitzkneiser said…
what’s more, i believe many people here buy a lot of CDs, when they like the music.Personally I buy a lot of them, expecially at concerts.

Tom said…
studies have shown that the people who download the most music, also tend to buy the most music.

————————————————————————————————————————————–

benarkah demikian, Tom?

Iklan

3 thoughts on “Penikmat vs Pelaku Musik

  1. gw tau tuh blog apaan. nodata kan ya? hihi. gw juga demen ama jargonnya. kata strunkdts ada benernya juga sih. dari sekian banyak rilisan yang dipost sama nodata, bisa dibilang cuma 10% yang bener-bener dimaksud major label. sisanya jadi pembenaran dia aja membangun blog itu (walau gw nikmatin semua postingannya, pastinya).di kaskus ada forum khusus thread sharing musik indie lokal. miris juga ketika ngeliat mereka nanyain album yang baru dilaunching. gw percaya banyak yang beli cd mereka, tapi tidak sebanyak mereka yang ngedownload. aduh, sebenernya sih gini-ginian udah sering diomongin. tapi gw ga bisa boongin diri, kalo gw emang demen illegal downloading kok.jalan tengahnya kalau mau stay “clean” dari illegal downloading ya creative commons. wuih, maenan gw sejak dulu nih. netlabel, free mixtape, archive.org, free pdf magazine, serta seluruh wacana lawrence lessig lainnya.

  2. ranti, terima kasih artikel nya.. skripsi lo keren pasti :)gembi, siapa yang gak demen gem? orang yang ngeributin juga pasti demen kok. gwe setuju kalo CC itu dibilang “jalan tengah”.. bukan solusi yang sebenernya.. entah kenapa gwe percaya bahwa bakal timbul pembaruan lagi dari sistem CC yang bakal jadi solusi sebenarnya. tentunya setelah mental penikmat yang ada ini berkembang lebih baik juga. ahahahha.. penasaran gwe 20 tahun lagi bakal kayak gimana nih dunia..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s